Category Archive : Kuliner

Gudeg Ceker Bu Kasno, Kuliner Legendaris Khas Solo

Solo atau Surakarta di kenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang kaya akan ragam kuliner tradisional. Salah satu hidangan kuliner yang tak boleh di lewatkan di kota ini adalah Gudeg Ceker Bu Kasno. Dengan sejarah panjang dan cita rasa autentik, Dan menjadi tempat kuliner legendaris yang memikat hati wisatawan dan warga lokal. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang Gudeg Ceker Bu Kasno, mulai dari sejarah, menu andalan, hingga alasan mengapa Anda harus mencobanya.

Sejarah dan Latar Belakang Gudeg Ceker Bu Kasno

Berawal dari sebuah warung makan sederhana di Solo, makanan ini telah melangkah jauh menjadi salah satu ikon kuliner di kota ini. Usaha ini di rintis oleh Bu Kasno, yang memulai berjualan gudeg dan ceker ayam pada tahun 1970-an. Berkat rasa gudegnya yang khas serta kelembutan cekernya, warung ini dengan cepat mendapatkan perhatian dan menjadi populer di kalangan warga Solo, bahkan hingga pelancong dari luar kota.

Hingga kini, usaha kuliner ini tetap mempertahankan resep asli yang di wariskan turun-temurun, menciptakan pengalaman bersantap yang autentik dan menggugah selera.

Gudeg Ceker Bu Kasno: Cita Rasa yang Tak Tertandingi

Apa yang membuat hidangan tersebut begitu istimewa? Jawabannya terletak pada kombinasi sempurna dari gudeg yang manis dan cekernya yang super empuk.

  • Gudeg di sini di masak berjam-jam dengan santan dan bumbu tradisional hingga menghasilkan rasa manis yang meresap sempurna. Teksturnya yang lembut menjadikannya satu dengan nasi hangat.
  • Ceker ayam yang menjadi pendamping khasnya di masak dengan teknik khusus sehingga benar-benar empuk. Tidak heran cekernya langsung lumer di mulut tanpa perlu tenaga ekstra untuk mengunyahnya.

Perpaduan gudeg dan ceker, di tambah sambal goreng krecek yang pedas, membuat hidangan ini begitu sempurna di lidah. Bagi para penyuka kuliner tradisional, pengalaman bersantap Gudeg Ceker Bu Kasno menjadi kenangan yang sulit di lupakan.

Suasana dan Pengalaman Makan di Gudeg Ceker Bu Kasno

Makan di Gudeg Ceker Bu Kasno bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal suasana. Warung ini buka pada malam hari, menciptakan sensasi kuliner malam yang khas di tengah ramainya suasana kota Solo. Tempatnya yang sederhana dengan warung khas kaki lima menghadirkan nuansa yang hangat dan nyaman. Anda bisa merasakan suasana lokal yang otentik, lengkap dengan keramahan para staf yang melayani dengan sepenuh hati.

Meski sering ramai dan harus antri, pengalaman menikmati hidangan ini terasa sangat worth it. Pengunjung dari berbagai daerah bahkan sering kali rela datang ke Solo hanya untuk mencicipi hidangan ini.

Lokasi, Jam Operasional, dan Cara Menuju ke Sana

Gudeg Ceker Bu Kasno berlokasi di kawasan Margoyudan, tepatnya di Jl. Monginsidi, Kota Solo. Untuk yang baru pertama kali ke Solo, lokasi ini cukup mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi atau transportasi online.

Jam operasional:

  • Buka setiap malam, mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari.

Di sarankan untuk datang lebih awal, karena antrian pengunjung bisa membludak terutama di akhir pekan.

Pendapat dan Testimoni Pelanggan

“Gudeg terbaik yang pernah saya coba! Cekernya lembut banget, bikin nagih,” ujar Fitri, seorang pengunjung dari Jakarta.

“Kalau ke Solo, wajib banget mampir ke sini. Suasana malamnya juga bikin pengalaman makan makin seru,” kata Andi, wisatawan asal Bandung.

Reputasi yang konsisten mendapatkan ulasan positif dari pelanggan membuktikan bahwa tempat ini memang menawarkan pengalaman kuliner yang luar biasa.

Menu Lain yang Harus Di coba

Selain gudeg ceker, beberapa menu lainnya juga tidak kalah menggugah selera. Di antaranya adalah:

  • Opor ayam dengan kuah gurih yang kaya rasa.
  • Pindang telur yang di masak hingga bumbunya meresap.
  • Sambal goreng krecek, pelengkap yang memberikan sensasi pedas di tengah manisnya gudeg.

Tips Berkunjung ke Gudeg Ceker Bu Kasno

Untuk mendapatkan pengalaman makan terbaik, berikut beberapa tips untuk Anda yang ingin berkunjung ke tempanya:

  • Datang lebih awal: Karena popularitasnya, tempat ini sering penuh. Datanglah sebelum jam buka untuk menghindari antrian panjang.
  • Bawa uang tunai: Warung ini biasanya hanya menerima pembayaran tunai.
  • Gunakan pakaian nyaman: Karena berada di area terbuka, gunakan pakaian yang nyaman untuk menikmati suasana malam di Solo.

Gudeg Ceker Bu Kasno dalam Budaya Solo

Gudeg bukan sekedar makanan untuk masyarakat Solo, melainkan juga bagian dari identitas budaya. Hidangan gudeg telah menjadi simbol keramahan dan kekayaan tradisi kuliner Jawa. Dengan mencicipi makanan ini, Anda tidak hanya menikmati makanan lezat, tetapi juga merasakan warisan budaya yang kaya.

Kenapa Gudeg Ceker Bu Kasno Wajib Anda Coba?

Jika Anda sedang berada di Solo, hidangan ini adalah destinasi kuliner yang tidak boleh di lewatkan. Rasanya yang autentik, suasananya yang hangat, dan sejarah panjangnya menjadikan tempat ini lebih dari sekedar tempat makan biasa.

Jadi, tunggu apa lagi? Datang dan rasakan sendiri kelezatannya. Siapa tahu, Anda juga akan jatuh cinta seperti pelanggan-pelanggan lainnya.

Sate Mak Syukur

Sate Mak Syukur: Legenda Kuliner dari Padang Panjang

Jika Anda penggemar kuliner khas Minang, nama Sate Mak Syukur pasti tidak asing lagi di telinga Anda. Di kenal sebagai salah satu warisan kuliner legendaris dari Padang Panjang, setiap tusuknya bukan hanya soal rasa, melainkan juga cerita panjang yang telah melewati puluhan tahun. Dalam blog ini, kami akan membahas asal-usul, keunikan, dan mengapa makanan ini tetap menjadi ikon kuliner yang disayangi banyak orang.

Sejarah dan Awal Mula Sate Mak Syukur di Padang Panjang

Sate Mak Syukur (SMS) memiliki sejarah panjang yang di mulai sejak dekade 1940-an di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Berawal dari usaha kecil seorang pria bernama Syukur yang menjajakan sate secara sederhana, kini merek ini menjelma menjadi salah satu tujuan wisata kuliner wajib.

Saat itu, Syukur berjualan sate di pinggiran jalan menggunakan bahan dan bumbu tradisional khas Minang. Mulai dari racikan bumbu yang istimewa hingga cara penyajiannya yang konsisten membuat sate ini semakin di kenal oleh masyarakat lokal. Popularitasnya pun terus meroket seiring waktu hingga menjadi ikon masakan Padang Panjang seperti yang kita kenal sekarang.

Bahan dan Proses Memasak yang Unik

Apa yang membuat hidangan ini begitu spesial di banding sate lainnya? Rahasianya ada pada bahan dan proses memasaknya yang khas.

  1. Daging Berkualitas

Sate Mak Syukur hanya menggunakan daging sapi berkualitas tinggi, di pilih secara khusus untuk menjaga kelembutan dan rasa autentiknya. Potongan daging yang empuk membuat setiap gigitan terasa istimewa.

  1. Kuah Kacang Khas

Berbeda dari sate pada umumnya, kuah kacang di sini menggunakan santan kental yang di padukan dengan rempah-rempah khas Minang. Rasanya gurih, kaya, dan meninggalkan kesan mendalam di setiap suapan.

  1. Penyajian Tradisional

Setelah daging di bakar hingga matang sempurna di atas arang kelapa, sate di sajikan dengan siraman kuah kacang panas dan lontong lembut. Aroma bakarannya tak hanya memikat tetapi juga membangkitkan kenangan kuliner khas Ranah Minang.

Makna Budaya dan Dampak Lokal

Sate Mak syukur tidak hanya menjadi kuliner lezat, tetapi juga berdampak besar bagi masyarakat dan budaya setempat. Hidangan ini menjadi simbol kebanggaan kuliner Padang Panjang dan membuktikan bahwa resep turun-temurun bisa menjadi kekuatan ekonomi.

Selain menjadi destinasi wisata kuliner, Sate ini juga memberikan manfaat ekonomi lokal. Banyak warga sekitar yang mendapatkan pekerjaan, baik sebagai pegawai restoran, penyedia bahan baku, maupun pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kedai.

Mengapa Sate Mak Syukur Tetap Menjadi Ikon Kuliner

Setelah puluhan tahun, bagaimana Sate Mak Syukur tetap relevan dan di minati?

  • Konsistensi Rasa

Resep asli yang di wariskan secara turun-temurun memastikan cita rasanya tetap otentik. Konsistensi ini menjadi kunci kesuksesan mereka di tengah persaingan kuliner modern.

  • Adaptasi dengan Waktu

Walau mempertahankan akar tradisional, Sate Mak Syukur juga beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Kini, mereka hadir di berbagai platform online dan melayani pemesanan untuk pelanggan dari luar daerah.

  • Pengalaman Tak Tergantikan

Menikmati Sate Mak Syukur langsung di kedainya di Padang Panjang memberikan pengalaman kuliner yang tak bisa di tukar dengan apa pun. Dari suasana kedai yang otentik, wangi sate yang terbakar, hingga keramahan pelayan, semua menciptakan memori abadi.

Sate Mak Syukur Menunggu Anda

Sate Mak Syukur bukan sekadar makanan, melainkan perjalanan rasa dan budaya yang harus Anda rasakan sendiri. Jika Anda berkunjung ke Padang Panjang, pastikan ini menjadi destinasi utama dalam perjalanan kuliner Anda.

Siapkan diri untuk menikmati sate yang telah memikat selera banyak generasi. Rasakan keunikan, kenali sejarahnya, dan bagikan pengalaman Anda bersama orang tersayang.

Yuk, cicipi langsung warisan kuliner ini dan buat cerita Anda sendiri di Sate Mak Syukur.

Soto Pak Salam: Soto Kuning Legendaris dari Jantung Kota Bogor

Warung Soto Legendaris

Bagi pecinta kuliner, Soto Pak Salam bukan sekedar maknanan, melainkan bagian dari sejarah panjang Kota Bogor. Berdiri sejak puluhan tahun lalu, kedai di Jalan Siliwangi ini jadi destinasi wajib pencinta soto kuning autentik Bogor. Berdiri sejak puluhan tahun lalu, kedai di Jalan Siliwangi ini jadi tujuan utama pencinta soto kuning autentik Bogor.

Antrean Setiap Sore

Setiap sore pukul 16.30 WIB, kedai ini buka dan langsung dipadati pembeli yang datang menikmati soto kuning legendaris. Dalam waktu dua hingga tiga jam, seluruh soto bisa habis terjual. Bahkan, sebelum warung di buka, antrean panjang sudah tampak mengular di depan kedai. Ini menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat tehadap soto legendaris ini.

Cita Rasa Kaya Rempah

Keunikan Soto Pak Salam terletak pada kuah santan kuning cerah yang kaya akan rempah. Racikan rempah- rempah seperti kunyit, serai, lengkuas dan daun jeruk menciptakan aroma khas dan cita rasa gurih yang menggoda. Kuahnya terasa ringan, tidak terlalu kental, tetapi tetap meninggalkan rasa yang kaya dan berlapis di lidah.

Isian Lengkap Dan Lezat

Isian sotonya pun lengakap dan menggugah selera. Setiap sore pukul 16.30 WIB, pemilik kedai membuka warung dan melayani pembeli yang langsung memadati tempat untuk menyantap soto kuning legendaris. Setiap mangkuk di sajikan bersama bawang goreng harum, seledri segar, dan perasan jeruk nipis untuk menambahkan kesegeran. Sementara itu, emping melinjo yang renyah menjadi pelengakp sempurna, memberikan sensasi tekstur yang unik di setiap suapan.

Suasana Kuliner Yang Unik

Selain rasanya yang memikat, suasana makan di tempat ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pengunjung memilih menikamati soto sambil duduk santai di trotoar atau bahkan di dalam mobil, menciptakan pengalaman kuliner yang kasual dan khas Bogor.

Harga Ramah Di Kantong

Seporsi soto di jual di bawah Rp.10.000, sementara lauk tambahan seperti sate kentang, hingga empal dan jeroan lainnya di banderol mulai dari Rp.2000 hingga Rp15.000 per potong.

Tipa Berkunjung

Bagi kamu yang ingin menikmati Soto Pak Salam tanpa harus mengantre terlalu lama, datanglah lebih awal atau pilih hari biasa untuk kunjungan. Karena bagi banyak orang, soto ini bukan hanya makanan, melainkan kenangan dan rasa yang tak tergantikan.

Bu Sami: Warung Unik Nasi Ayam Khas Simpang Lima Jateng

Setiap sudut Kota Semarang terutama kawasan Simpang Lima
Aroma ini dengan cepat menarik perhatian orang-orang yang lewat, membuat mereka tak ragu untuk mampir. Sejak 1975, warung ini berhasil memikat pelancong dan warga setempat. Selain itu, Nasi Ayam Bu Sami kini menjadi ikon kuliner yang tak hanya terkenal, tetapi juga terus direkomendasikan, khususnya bagi pencinta kuliner malam hari.

Lokasi Strategis dan Jam Buka yang Unik
Warung Nasi Ayam Bu Sami terletak di Pojok Matahari Simpang Lima, Karangkidul, Semarang Tengah, di pusat Kota Semarang. Karena lokasinya yang strategis, siapa pun dapat dengan mudah menjangkaunya. Warung ini buka setiap hari, kecuali pada saat tahun baru dan Lebaran. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati hidangan kapan saja, kecuali di hari-hari tertentu. Lebih lanjut, warung ini buka mulai pukul 23.00 hingga 05.30 WIB, membuatnya sangat populer di kalangan pengunjung malam hari.

Menu Spesial yang Menggugah Selera
Nasi Ayam Bu Sami menyajikan nasi ayam ala nasi liwet Solo, yang terdiri dari nasi gurih, ayam suwir, sayur lodeh labu, dan krecek. Selain itu, kombinasi rasa gurih, pedas, dan segar dari bahan-bahan tersebut menjadikan nasi ayam ini sangat istimewa. Dengan sentuhan pedas dan rempah-rempah dari krecek serta sayur lodeh, setiap suapan terasa begitu nikmat dan memuaskan.

Lauk Tambahan yang Menggugah Selera
Selain nasi ayam, warung ini juga menawarkan berbagai lauk tambahan yang menggugah selera. P Dengan begitu, setiap hidangan semakin kaya rasa dan menawarkan pengalaman kuliner yang lebih lengkap. Tak heran, lauk-lauk tambahan ini semakin memperkaya cita rasa dan membuat hidangan di Nasi Ayam Bu Sami semakin menggoda.

Magnet Kuliner di Simpang Lima
Nasi Ayam Bu Sami telah menjadi magnet kuliner utama di Simpang Lima Semarang. Seiring waktu, warung ini semakin populer dan menarik perhatian banyak wisatawan dari luar kota. Setiap suapan nasi ayam mengisahkan kelezatan dan sejarah kuliner yang telah mengukir namanya dalam dunia kuliner Semarang.


Nasi Cumi Bu Atun Kuliner Legendaris Pasar Atom yang viral

Warung makan ini telah lama berdiri dan terus mempertahankan cita rasa autentik yang tak terlupakan. Nasi cumi bu atun meracik dengan bumbu khas, memasak cumi hingga empuk, dan menghasilkan aroma yang menggoda. Tambahan sambal pedas dan lauk pelengkap seperti telur, peyek, atau serundeng menjadikan sajian ini semakin lengkap.

Sejak 1965 warung ini telah mengukir namanya sebagai ikon kuliner

Warung makan ini mulai melayani pelanggan sejak tahun 1965 dan kini Ibu Atun, generasi keempat dari keluarga pendirinya, meneruskan pengelolaannya. Ia terus menjaga kualitas rasa dan memberikan pelayanan terbaik, sehingga banyak pelanggan setia tetap memilih Nasi Cumi racikannya. Popularitasnya semakin melonjak setelah sejumlah konten di media sosial mengangkat kelezatan hidangan ini. Banyak orang pun menjadikan warung ini sebagai destinasi kuliner wajib ketika berada di Surabaya. Beberapa selebriti ternama seperti Ari Lasso, Wulan Guritno, Dono Warkop, hingga Afgan juga pernah mencicipinya dan ikut membagikan pengalaman mereka.


Warung ini menyajikan berbagai olahan cumi yang menggugah selera, sesuai dengan namanya. Warung Nasi Cumi Bu Atun menawarkan ruang yang luas dan bersih, lengkap dengan wastafel untuk cuci tangan, toilet yang selalu terjaga kebersihannya, serta area parkir yang cukup menampung kendaraan pengunjung. Bumbu racikan yang medok dan kaya rempah berpadu sempurna dengan nasi hangat, menciptakan cita rasa yang tak terlupakan.

Warung ini tidak hanya mengutamakan cita rasa, tetapi juga menciptakan suasana makan yang nyaman. Warung ini menawarkan setiap sajian dengan harga terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per porsi. Untuk menambah kenikmatan, pengunjung dapat memilih lauk tambahan seperti babat, empal, usus, telur, peyek udang, dan lainnya.

Nyaman, Ramah, dan Buka 24 Jam

Pelayanan cepat dan ramah juga menjadi nilai tambah yang membuat pelanggan ingin kembali lagi, Warung ini terletak di lokasi strategis yang mudah dijangkau.

Pengelola Warung Nasi Cumi Bu Atun membuka lokasi usahanya di area belakang Pasar Atom, tepatnya di Jalan Waspada No. 30, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Warung ini berlokasi di Waspada No. 30, Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Jika lapar menyerang di tengah malam, kamu tidak perlu khawatir karena warung ini buka 24 jam penuh. Ingat, pembayaran hanya bisa dilakukan secara tunai.

Kesimpulan:
Nasi Cumi Bu Atun juga bukan sekadar tempat makan biasa saja tapi bagian dari sejarah kuliner Surabaya. Dengan rasa autentik, suasana bersahabat, dan reputasi yang sudah melegenda, tempat ini wajib masuk daftar kunjunganmu saat menjelajah Kota Pahlawan.


Gudeg Yu Djum

Gudeg Yu Djum khas yogyakarta Menggugah Selera

Gudeg yu djum merupakan salah satu sajian kuliner khas dari Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang begitu melekat di hati pecinta masakan tradisional. Gudeg telah menjadikan Yogyakarta bukan hanya Kota Pelajar, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai Kota Gudeg berkat terus berkembangnya popularitas kulinernya.

Asal Usul Gudeg

kemunculan gudeg adalah berawal dari masa berdirinya Kerajaan Mataram Islam di kawasan alas Mentaok atau Kotagede dan Sejak sekitar abad ke-16, gudeg pertama kali muncul sebagai hidangan tradisional. Menariknya, gudeg awalnya bukan makanan bangsawan, melainkan kreasi rakyat biasa. Pada abad ke-19, gudeg belum populer dan belum banyak dijual. Namun, sejak berdirinya Universitas Gadjah Mada pada 1940-an, pamor gudeg ikut naik. Kehadiran UGM menarik banyak pendatang ke Yogyakarta dan ikut mengangkat gudeg sebagai kuliner khas kota ini.

Cita Rasa Gudeg

Gudeg mengolah nangka muda atau gori, memasaknya perlahan dengan gula aren, santan, dan bumbu-bumbu khas seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, ketumbar, lengkuas, daun salam, dan daun jati. Daun jati inilah yang memberikan warna kemerahan khas pada gudeg Yogyakarta.

Nikmati gudeg dengan nasi hangat dan kuah santan kental yang gurih, menghadirkan kehangatan dan cita rasa autentik di setiap suapan. Tambahan lauk seperti ayam kampung, telur pindang, tempe, tahu, dan sambal goreng krecek menjadikan gudeg tidak hanya kaya rasa, tetapi juga memiliki variasi tekstur yang memanjakan lidah.

Secara umum, gudeg terbagi menjadi dua jenis:

  • Gudeg kering, hadir dengan kuah santan minimal, menciptakan tekstur padat dan tahan lama.
  • Gudeg basah meresap kuah santan melimpah, menghasilkan tekstur lembut dan rasa creamy yang menggoda selera.

Perbedaan Gudeg Yogyakarta, Solo, dan Jawa Timur

Setiap wilayah di Jawa menghadirkan versi gudeg dengan sentuhan khas yang unik dan menggoda selera:

  • Gudeg Yogyakarta: memiliki ciri khas pada rasa manis yang khas, tekstur kering yang lembut, dan warna kemerahan alami yang dihasilkan dari penggunaan daun jati dalam proses memasaknya.
  • Gudeg Solo: Lebih basah, berwarna lebih pucat karena tidak memakai daun jati, dan kuah santannya lebih kental.
  • Gudeg Jawa Timur: Memiliki cita rasa lebih gurih dan pedas, khas dari wilayah timur Pulau Jawa.

Gudeg Yu Djum telah mencuri perhatian di Yogyakarta sejak 1950 dan jadi ikon kuliner legendaris yang terkenal hingga mancanegara. Rumah makan ini terus memikat hati pengunjung dengan resep tradisional asli dan bahan-bahan segar berkualitas tinggi. Selain rasa yang menggugah, Gudeg Yu Djum juga fokus memberikan kepuasan pelanggan lewat pelayanan profesional.

Bagi konsumen Muslim, Gudeg Yu Djum juga telah mengantongi sertifikasi halal dari MUI, sebagai bentuk jaminan keamanan dan kehalalan seluruh bahan dan proses pengolahan.

Dengan desain tempat makan yang nyaman dan fasilitas lengkap, Gudeg Yu Djum menggabungkan konsep modern yang tetap menyelipkan nuansa tradisional yang hangat. Menu yang ditawarkan pun beragam, di antaranya:

  • Nasi Gudeg Komplit: Hidangan istimewa dengan nasi hangat, kuah santan kental, ayam kampung, telur, tempe, tahu, dan sambal goreng krecek, menciptakan perpaduan rasa yang kaya dan menggoda.
  • Gudeg Kendil: menyuguhkan rasa autentik dalam kendil tanah liat. Pas banget buat oleh-oleh atau sajian spesial di momen penting.
  • Gudeg Besek: tampil memikat dalam besek bambu klasik. Berisi lengkap: ayam, telur, sambal goreng krecek, dan areh santan—siap disantap!
  • Gudeg Kaleng: hadir sebagai solusi praktis dan higienis. Tahan hingga setahun, cocok dibawa bepergian tanpa repot.

iga panggang panglima

Iga Bakar Panglima: 20 Tahun Melejit, Kini Viral Lagi

Viral Berkat Media Sosial, Iga Panggang Panglima Kembali Naik Daun

Nama Iga Panggang Panglima kembali mencuri perhatian warganet di media sosial. Banyak food vlogger dan pecinta kuliner membicarakan kelezatan iga bakar dari tempat makan ini. Aroma nostalgia bercampur rasa penasaran berhasil menghidupkan kembali kenangan akan cita rasa legendaris yang sempat tenggelam selama dua dekade.

Dari Kedai Kecil di Gandaria ke Ikon Kuliner Ibu Kota

Meski baru kembali ramai diperbincangkan dalam setahun terakhir, Iga Panggang Panglima sebenarnya sudah hadir sejak tahun 2004. Kedai ini pertama kali berdiri di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan. Seiring waktu dan popularitas yang terus tumbuh, mereka berhasil membuka belasan cabang yang tersebar di berbagai titik Jakarta.

Kini, meskipun lokasi pusatnya berpindah ke area Taman Langsat, eksistensinya tetap kokoh. Tempat baru ini bahkan terasa lebih nyaman dengan konsep indoor-outdoor yang bersih dan modern. Para pelanggan pun tetap setia berdatangan, membuktikan bahwa cita rasa bisa mengalahkan lokasi.

Saus Olesan Legendaris Warisan Pak Budi

Salah satu rahasia kelezatan Iga Panggang Panglima terletak pada saus oles racikan mendiang Pak Budi Marsanto, sang pendiri. Saus dengan perpaduan rasa asam manis yang khas ini menciptakan sensasi BBQ ala Amerika, namun tetap cocok dengan lidah lokal. Resep tersebut kini dijaga ketat oleh sang anak yang melanjutkan usaha ini dengan penuh dedikasi.

Perpaduan antara teknik memasak yang sabar dan bumbu yang meresap membuat iga panggang ini memiliki ciri khas kuat dan tidak mudah ditiru. Sausnya meresap sempurna hingga ke sela-sela tulang, menciptakan rasa yang “medok” dan juicy di setiap gigitan.

Laris Manis: Ratusan Porsi Ludes Setiap Hari

Setiap hari, dapur Iga Panggang Panglima mengolah hingga 2,5 kuintal iga sapi, dan mampu menjual antara 500 hingga 600 porsi. Angka ini bisa melonjak hingga 700 porsi saat akhir pekan, terutama setelah video viral mereka menyebar di TikTok dan Instagram.

Satu porsi iga bakar berisi tiga potong besar dengan berat sekitar 500 gram. Menu ini dilengkapi jagung rebus manis dan kentang wedges segar yang langsung diolah dari kentang asli, bukan kentang beku. Porsinya cukup untuk dinikmati dua orang, menjadikannya pilihan favorit untuk makan bersama keluarga atau teman.

Rasa Restoran, Harga Kaki Lima

Meski cita rasanya setara restoran, harga yang ditawarkan tetap bersahabat seperti makanan kaki lima. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Iga Panggang Panglima: kualitas premium dengan harga terjangkau.

Tak heran jika antrean pelanggan menjadi pemandangan rutin, terutama saat jam makan siang dan akhir pekan. Banyak yang rela datang lebih awal demi memastikan kebagian porsi, karena menu favorit bisa habis dalam waktu singkat.

Tiga Pilihan Saus Favorit Pelanggan

Menu utama Iga Panggang Panglima memang hanya satu: iga bakar. Namun, pelanggan bisa memilih tiga jenis saus olesan khas yang memberi karakter berbeda pada setiap porsi:

  • Original: Perpaduan asam manis khas racikan lama
  • Black Pepper: Sensasi pedas hangat ala western
  • Lemon Hot: Rasa segar dengan sentuhan pedas asam yang menggoda

Setiap varian saus memiliki penggemarnya sendiri dan sering membuat pelanggan kembali lagi untuk mencoba rasa yang lain.

Ikon Kuliner yang Bangkit dari Masa Lalu

Iga Panggang Panglima bukan sekadar kuliner viral sesaat. Di tengah tren yang terus berganti, kedai ini membuktikan bahwa resep otentik, konsistensi rasa, dan pelayanan yang ramah tetap menjadi fondasi utama dalam membangun loyalitas pelanggan.

Bagi kamu yang belum sempat mencoba, sekaranglah waktu yang tepat untuk mencicipi kembali cita rasa legendaris yang telah kembali merebut hati pecinta kuliner ibu kota.

nasi padang

8 Nasi Padang Enak di Jakarta Bikin Nagih yang Wajib Dicicipi

JakartaNasi Padang selalu menjadi pilihan favorit bagi para pecinta kuliner. Dengan rasa pedas, gurih, dan kaya akan rempah, tak heran jika masakan khas Minang ini sangat digemari. Selain itu, di Jakarta, Anda bisa menemukan banyak tempat yang menyajikan nasi Padang enak dan autentik. Yuk, langsung intip ulasannya.

8 Nasi Padang Enak di Jakarta

Berdasarkan ulasan dari berbagai vlogger food yang dibagikan di platform Instagram, berikut ini 8 nasi Padang enak yang wajib Anda kunjungi:

1. RM Padang Pondok Salero

RM padang pondok salero ini sudah sangat terkenal dengan Nasi Padang yang lezat dan konsisten. Berbagai pilihan lauk yang menggugah selera, seperti rendang, ayam bakar, dan sambal ijo, membuat Anda tak bisa berhenti makan,apa lagi dengan harga yang relatif terjangkau mulai dari Rp 20.000- Rp 40.000.

  • Jam buka: 17:00-23:00 WIB (Senin S/d Jumat) dan 16:00-23:00 (Sabtu&Minggu).
  • Lokasi: Jalan Biak Raya, Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

2. RM Pagi Sore

RM Pagi Sore selalu ramai dikunjungi oleh mereka karena menginginkan nasi padang dengan rasa yang menggugah selera. Dengan berbagai pilihan lauk pauk dan sambal, tempat ini tak pernah mengecewakan.

  • Jam buka: 10:00-22:00 WIB (Senin S/d Minggu).
  • Lokasi: Jalan Cipete II no.1, Jakarta 12410 Indonesia.

3. RM Garuda Minang

RM Nasi Padang Garuda Minang dikenal dengan cita rasa yang kaya dan bahan-bahan berkualitas. Di samping itu, jika Anda menginginkan nasi Padang yang lezat dan tidak terlalu pedas, tempat ini adalah pilihan tepat. Sementara itu, Anda hanya perlu menyediakan uang sebesar Rp 15.000, Anda sudah bisa menikmati seporsi nasi padang enak di jakarta. Saat berkunjung, pastikan untuk memesan rendang dan ayam serundeng yang menjadi menu andalan di sini.

  • Jam Buka: Setiap hari, Pukul 09:00-21:00 WIB.
  • Lokasi: Jl. Duri Utara 1 No.19, Jembatan Lima, Jakarta Barat.

4. Kami Saiyo

RM Padang Kami Saiyo, sebuah rumah makan yang telah bertahan lebih dari 20 tahun di Jakarta Timur, menawarkan paket nasi dengan rendang sapi, ayam bakar, dan ayam goreng. Selain itu, lebih menarik lagi, Anda dapat menikmati hidangan lezat ini hanya dengan harga Rp 32.000 per porsi.

  • Jam Buka: Setiap Hari 10:00-20:00 WIB
  • Lokasi: Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur (Di Depan Total Buah Kalimalang )

5. RM Padang Jaya

RM Padang Jaya di kawasan Kelapa Gading ini tak pernah sepi pengunjung. Menu yang tersedia sangat beragam, dengan pilihan nasi yang harganya berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Anda sudah bisa menikmati menu yang lezat.

  • Jam Buka: Setiap Hari 09:00-21:00 WIB
  • Lokasi: Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok TA 2 No.11 Klp Gading Timur

6. RM Padang Elok Basamo

RM Padang Elok Basamo banyak digemari pelanggan karena cita rasanya yang medok dan kaya rempah. Pilihan lauknya pun beragam, mulai dari jengkol hingga olahan daging sapi. Sementara itu, RM Padang Pondok Salero telah berjualan sejak 1975 dengan menggunakan warung tenda.

  • Jam Buka: Setiap Hari 09:00-22:00 WIB. ( Rabu ) 08:30-22:00 WIB.
  • Lokasi: Jl. Kedoya Pesing No.25, RT.2/RW.2, Kedoya Sel., Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11520, Indonesia

7. Restoran Sederhana

RM Restoran Sederhana memiliki cabang di berbagai daerah, sehingga mudah diakses oleh pecinta nasi Padang. Selain itu, dengan berbagai macam pilihan lauk, seperti dendeng balado dan ayam goreng, Restoran Sederhana menyajikan nasi Padang dengan rasa yang sangat autentik. Tak hanya itu, pengunjung bisa menikmati hidangan lezat ini dengan sambal yang pedas dan menggigit.

  • Jam Buka: Setiap Hari 10:00-22:00 WIB
  • Lokasi: Jl. Ketumbar No.2A, RT.9/RW.6, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110

8. Padang Merdeka

Padang Merdeka menawarkan nasi Padang dengan cita rasa yang khas dan autentik. Salah satu favorit di sini adalah sambal hijau yang pedas dan menyegarkan, yang tentunya cocok dipadukan dengan rendang atau gulai kambing.

  • Jam Buka: Setiap Hari 10:00-20:00 WIB
  • Lokasi: Jl. Lada No.1, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11110, Indonesia
nasikuninggoreng

Coba Nasi Kuning Goreng Josephine Siantan Rasa Unik

Nasi kuning memang menjadi salah satu hidangan favorit banyak orang. Namun, pernahkah Anda mencoba Nasi Kuning Goreng Josephine Siantan? Jika belum, Anda benar-benar harus mencobanya.
Hidangan ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menawarkan rasa yang unik dan berbeda dari nasi kuning biasa.

Keunikan Nasi Kuning Goreng Josephine Siantan

Nasi Kuning Goreng Josephine Siantan menjadi istimewa karena pemilihan bahan-bahan segar dan teknik pengolahan yang tepat. Nasi kuning yang digunakan sama seperti nasi kuning pada umumnya, namun yang membedakan adalah proses penggorengan yang membuat hidangan ini kaya akan aroma khas kunyit. Rempah-rempah pilihan semakin memperkaya rasa, dan setiap suapan menyajikan sensasi gurih yang kuat, memanjakan lidah dengan kelezatannya.

Tampilan yang Menggoda

Selain rasa, tampilan juga tidak kalah menarik. Nasi kuning yang cerah dan menggoda dipadu dengan ayam yang segar. Hidangan ini tak hanya enak di lidah, tetapi juga mengundang selera lewat tampilannya.

Hidangan untuk Semua Kalangan

Nasi kuning goreng josephine siantan adalah pilihan yang sempurna untuk berbagai kesempatan. Baik itu makan siang santai bersama keluarga, hidangan spesial ini cocok untuk segala usia, dari anak-anak hingga orang dewasa, karena nasi kuning ini memiliki citra rasa yang kaya, namun tidak pedas.

Setiap gigitan memanjakan lidah dengan keseimbangan rasa yang sempurna. Nikmati hidangan ini bersama keluarga atau teman-teman dan rasakan keistimewaannya yang membuat setiap momen makan semakin berkesan.

Lokasi Nasi Goreng Josephine Siantan 

  • Buka Setiap Hari, Jam 12.00 Siang s.d Jam 22.00 Malam
  • Lokasi : Jl. Gusti Situt Mahmud/Jl. Siantan ( Masuk Gang. Makmur Indah, Samping Bank Universal BPR Siantan )

Kesimpulan

Jika Anda ingin merasakan sesuatu yang berbeda, Dengan rasa yang unik dan tampilan yang menggoda, hidangan ini akan membuat setiap momen makan menjadi lebih istimewa. Segera coba dan rasakan sendiri kelezatannya!